Warmest regards

Showing posts with label Bicara Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Bicara Keluarga. Show all posts

January 27, 2022

Now The Rug is Lifted

Aku butuh advice sejujurnya..... (or nah?)

Aku butuh listener sejujurnya mungkin ya, lalu lihat nanti apakah aku butuh advice.

Ini dimulai dari how chill I am knowing the fact that aku masuk usia yang semakin matang (hahaha). Nope, lebih tepatnya aku agak 'panik' knowing that I've always been too 'chill' in managing myself. Lalu di sisi lain banyak orang yang sayang aku, yang lebih concern terhadap how my life will be going. Don't get me wrong, ini bukan sindiran at all dan aku bener-bener tersanjung karena banyak yang peduli sama aku.

February 23, 2021

God, You Don't Have to Slap Me This Hard

Hari ini aku mengalami sebuah.... apa ya nyebutnya.... Spiritual Moment, maybe?

Sebuah momen yang bikin aku nangis senangis-nangisnya, rasanya seperti Tuhan menampar mukaku dengan kenceng, dan tamparan itu bikin aku betul-betul sadar.

Apa yang tadi aku sadari?

July 11, 2019

Untuk yang Lagi Sibuk Bertambah Dewasa

Hasil gambar untuk you, yes you meme
Tanggal 9 Juli lalu adalah hari pengumuman SBMPTN untuk adikku yang terkecil. Alhamdulillaah dia lolos di kampus pilihan keduanya. Tapi, bukan itu yang mau aku bicarakan, melainkan.... adik terkecilku, Reno, udah mau masuk bangku kuliah gaes!!! Lyke... Time isn't running, it's sprinting, I guess. Ebuset berarti anak-anak yang masuk kuliah ini adalah anak-anak kelahiran 2000/1. WOW.

Aku yakin banyak dari kalian akan setuju ketika aku bilang bahwa waktu betul-betul cepat jalannya. Usia kita tiba-tiba udah segini aja. Hidup makin kompleks dan kita harus segera berdiri di kaki kita sendiri. Tapi, pernahkah terpikir ngga, bahwa yang usianya bertambah bukan kita aja, orang tua kita juga... Coba, berapa usia mama & papa kita tahun ini? Wow ternyata udah segitu ya...

February 8, 2019

Di Mereka Harapanku Selalu Ada

Aku tumbuh di lingkungan keluarga yang menganggap ucapan "i love you"/"kangen"/"makasih" dan kata-kata apresiatif lainnya adalah hal yang super cringe kalau diucapkan untuk keluarga sendiri. Susah aja gitu mau ngucapin "love you mah" atau "kangen dek" secara langsung. Hiii bayanginnya saja bikin merinding. Makanya aku butuh membuat tulisan ini...

Tulisan ini aku buat untuk 2 adekku, yang mungkin suatu hari bakal baca ini (I'll not tell them hahaha).

September 11, 2018

Pagi-pagi ke Kaliurang: Nasi Pecelnya Juara

Smiles don't lie. Reno motret
Memanfaatkan hari libur Tahun Baru Islam tanggal 12 September ini, aku memutuskan untuk pulang sebentar ke Jogja. Selain menemui keluarga, aku juga menghadiri pernikahan salah satu teman SMA-ku (adik kelas lebih tepatnya), Yuvi. Yuvi adalah pemeran Antigone di salah satu pertunjukan teater SMA-ku. Cerita lengkapnya tentang pertunjukan teater ini pernah aku tulis loh tahun 2012 lalu.



April 6, 2018

Bahagia Seharusnya Gratis



Berkantor di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, membuatku sesekali 'mampir' ke dua mall tersohor di Jakarta: Grand Indonesia & Plaza Indonesia. 'Mampir' ke lorong-lorongnya untuk sekadar cuci mata atau kalau kantong lagi sehat yaa...beli satu atau dua barang. Oh dan tentunya sesekali makan siang di sana. Di kantin karyawannya tentu saja.

Saat berjalan masuk ke Plaza Indonesia lah aku melihat inspirasi dari tulisan ini. Aku bersama beberapa teman kantor sedang berjalan di depan lobby selatan untuk kemudian menuju Kantin Subsidi PI di lantai basement. Beberapa dari kalian mungkin familiar dengan pemandangan jajaran mobil mewah yang terparkir indah tak jauh dari bibir lobby. Di situ letak tempat parkir VIP yang dengar-dengar tarifnya mencapai Rp200.000 p e r j a m. Lalu di lobby selalu ada mobil mewah yang datang dan pergi untuk menurunkan penumpangnya. Selalu mewah. Percayalah.


September 9, 2017

Obat Mujarab bernama Syukur

from @robertclarkphoto's instagram
Kunci kebahagiaan, buatku, adalah bersyukur atas apapun yang kita alami dan peroleh. Seringkali kita lupa dengan hal-hal yang taken for granted padahal sebetulnya adalah nikmat yang hakiki. Baru sadar akan nikmat tersebut ketika kita kehilangannya.
Ketika bokek, “Ngga punya uang ngga enak ya...”
Ketika sakit, “Sakit itu ngga enak ya...”

July 3, 2017

2017 Sudah Setengahnya

Syukurlah, setengah tahun ini bisa kulewati dan aku bisa bersyukur saat melakukan kilas balik seperti sekarang. Artinya, setengah tahunku tidak habis dengan sia-sia. Aku bisa bilang masa paling sia-sia tanpa pencapaian dalam hidupku adalah masa SMP. Rasanya hidup hanya sekolah-main-pulang saja. Tapi 2 orang sahabat yang aku dapat di sana cukup meredakan kesia-siaannya, sih. Semoga tidak terulang, ya.

May 17, 2015

A Love Letter

Once my friend asked me,
"Who is your first love, Cha?"
I can't remember the day, but I'm sure it is you. You are my first love, Mother. You are.

You teach me not only to live, but also to survive.
You teach me not only to have, but also to share.
You teach me not only to care, but also to love.

You are the smartest woman I have ever know. Even if you were not always there beside me when I did my homework, but I knew that you can answer all of my questions.
You are a very loving person, but in your own way. Even if you could not always pick me up from school, but I knew that you are always waiting for me at home.
You are the toughest woman I have ever know. Even when everything goes wrong, you are the one who remains strong and strengthen me.
You are the wisest person I have ever know. Even if your decision is opposite with my thought, I never put my doubt because I know it is you who decided.
You are the person who have the most sincere heart I have ever know. Even when you are starving, you will not eat before your children's tummy are full.

Mother, I am sorry for not always be there for you. I am sorry for every sadness I put on you. I am sorry for not doing my best in my failure. I am sorry for my inability to make you happy every time. I am sorry for every complaints I said to you. I am sorry for every bad argument I should not have said to you. I am sorry if I ever disappoint you. I am sorry for not being the perfect daughter.

I can not ever repay your kindness to me even if I could live forever.

And for the last... Happy birthday, Mom. I love you that much that I can not describe.

Your daughter,
Acha.
I love you Mom.

now you know where I get this narcism...

July 20, 2014

Wejangan Ibu Besar

Aku suka momen-momen dimana aku dan mamah bisa berdua di rumah. Mother-daughter time. Lalu tiba-tiba banyak hal yang pengen aku tanya, yaa macem-macem. Mulai dari hal remeh-temeh kayak kuliah, sampai hal krusial kayak cinta-cintaan....... Oke kebalik.
Tapi apapun itu, mamah selalu punya jawaban yang memuaskan, saran-saran yang bikin aku mikir, "ah, iya juga" atau "hmmm gitu ya" atau "ya nggak gitu juga...tapi bener sih".

Ini percakapanku kemarin. Ketika adek-adek pergi sekolah, dan hal ini memang lagi aku pikirin terus. Hal remeh-temeh bernama cinta-cintaan.

A >> Acha; M >> Mamah
A: Mah,
M: Ya?
A: Menurut mamah mending cowok yang tampangnya biasa aja tapi telaten, baik banget sama kita, atau cowok ganteng tapi cuek, biasa aja perlakuannya? Tapi dua-duanya sayang sama kita.
M: Ya tergantung,
A: yah....jawabannya kok gitu -__-M: Tergantung, kalau yang tampangnya biasa aja itu bisa bikin kamu sayang, rindu, kepikiran, kenapa enggak? Yang cuek juga gitu, kalau dia bikin kita sayang, nyaman, ya kenapa enggak?
A: .....
M: Mau orangnya gak ganteng kalau kita seneng ya seneng aja, toh? Mau seganteng apa, kalau gak nyaman ya buat apa. Cinta kan gak dari fisik, Dek. Cinta kan perasaan, gimana hati kita.
A: :"D

Yagitu.
Bener gak sih.
Ada orang yang bahagia kalau pasangannya romantis abis gillssss, mau memberikan segalanya untuknya, selalu ada, selalu ngalah, cintai dia apa adanya...... Kemudian dikritik sama Tulus pakai lagu "Jangan Cintai Aku Apa Adanya"....... halah.
Tapi ada aja orang yang akan nyaman, bahagia, kalau pasangannya sewajarnya aja, yang penting mereka tau mereka saling cinta.

Nah sekarang, kamu tipe suka yang kayak gimana, Cha?
Asek.

April 6, 2013

Life Recently


Life's been way too hard for me and my family in last half year.
My mother had an accident on September 2012 in South-Sulawesi. And since then she can't go home yet, it's been 6 months. My father... Damn, demi kemaslahatan umat, I won't talk about him~

Alhamdulillaah Allah SWT pun selalu nolong aku & saudara2 dalam berbagai wujud. Kami diberi kesehatan sehingga bisa terus beribadah, sekolah, dan kerja dengan baik. Kami dikelilingi orang-orang yg super baik. Budheku, Budhe As, udah kayak mamah ke-2 untuk kami. Kerabat2 yang selalu membantu kami, teman2 yang selalu support kami, dan semesta yang selalu baik ke kami.

Berat? Wo ya jelas. Berat, tapi pasti bisa dilalui. Dapat cobaan berat kayak gini bikin aku merasa tersanjung, karena itu berarti Allah percaya aku & saudara2 bisa melaluinya, kan? Husnuzan, berbaik sangka sama Allah. Apapun yang udah jadi ketentuan Allah pasti ada alasannya, dan pasti ada hikmahnya. Aku & saudara2 jadi lebih dekat satu sama lain, kami belajar lebih mandiri, kami belajar hidup prihatin, dan banyak hikmah yang patut kami syukuri.

Dear Diaz Putri Anggita, my only sister, kamu super. Super. Yep, ini semua (aku akui) udah mengubahmu 180 derajat. Sebelum ini kamu masih bisa kubilang kanak-kanak. Okay, sorry to say lho mbak, but that was true. Tapi sekarang? You’re the most responsible sister I’ve ever had and ever met. Aku nggak tahu kalau aku di posisimu, aku bisa apa? Kamu udah di tahap di mana semua pilihan di hadapanku, pengen kuminta persetujuan dari kamu dulu. Orang pertama yang kucari pas pulang itu kamu. Senengku, sedihku, marahku, apapun itu, kamu harus tahu. Terima kasih, Mbak. 
Bintang Raditya Putra Pamungkas. Adik pertama, partner debat sejati. Ini anak emang sering banget ngajak debat, apapun, mangkeli sebenernya, pol. Tapi yah, kalau nggak ada dia gak ramai rumah ini. Dalam beberapa hal kita punya banyak kesamaan, sama-sama sipit… eh, enggak deng. Aku nggak sipit B-) *plakk. Walaupun si Bintang ini nggak pernah manggil aku ‘mbak’, even once, tapi dia tetep adik yang baik. Dalam keadaan yang super-parah seperti sekarang, dia nggak mengeluh, dia bisa bertanggungjawab, dia laki-laki tertua di rumah. Acha bangga sama kamu. 
Rainhady Riezky Putra Nagam, adikku termuda. Di umurnya yang masih 12 tahun ini, betapa lapang hatinya nerima keadaan ini. Reno juga nggak pernah mengeluh macem-macem. Soal nyebelin, beuuuuh… ya emang nyebelin ni anak. Tapi segala nyebelin-nyebelinnya tertutup sama positifnya dia. Reno udah di tahap di mana dia ada di setiap khawatirku. Sering aja gitu kepikiran, Reno udah pulang sekolah? Reno udah makan? Reno di rumah sama siapa? Reno udah cuci baju cuci piring nyapu…. Oke salah :| 
The point is, dear saudara-saudaraku tercinta. Sekarang ini kita hanya punya satu sama lain. Meskipun aku nggak pernah menunjukannya, tapi percayalah, aku sayang kalian semua. All of you. All the time.

Sekarang kami memang harus bersabar dulu. Ramadhan tahun ini kemungkinan kami belum bisa ketemu Mamah. Yang paling bikin sedih sebenernya bukan itu, kalau buat aku, ujian nasional dan ulang tahun tanpa ada Mamah dulu gapapa. InsyaAllah bisa. Tapi, wisudaku?....

Aku sedari dulu selalu pengen Mamah yang akan dateng ke wisudaku, nganter aku, gak mau yang lain!
Hmm, yah, semoga ada keajaiban yang bisa bikin itu terkabul. Aamiin.

Mohon doanya ya semua. Hehe. Semoga senyum selalu ada di wajah kita, sabar selalu di hati kita, perjuangan selalu di setiap nafas kita, syukur selalu terucap dari mulut kita. Allahumma, aamiin.

Bintang - Reno - Acha - Diaz

January 24, 2012

Repost: Hey Bapak Biologisku


Assalamuallaikum Papa..
Aku tidak tau apa aku layak memanggilmu 'Papa' dan apa pantas kamu kupanggil 'Papa'. Seingatku, terakhir kamu menemuiku saat aku kelas 4 SD, itu artinya kurang lebih 13 tahun yang lalu. Bahkan untuk mendapatkan angka itu aku harus menghitungnya dengan jariku.


Oiya, maaf jika aku tidak sopan menyebutmu dengan 'kamu', ku rasa sebutan 'Anda' jauh lebih tidak enak didengar dan dibaca, aku masih sedikit menghargaimu dengan memanggilmu sama dengan aku memanggil teman-temanku.


Aku tahu, kamu sekarang sudah bahagia hidup dengan keluarga barumu. hidup dengan wanita yang merebutmu dari Ibuku, tapi apa aku menyalahkan wanita itu? tidak, aku menyalahkanmu, menyalahkan ketidaksetiaanmu pada Ibuku. Oke saat itu Ibuku memang tidak tinggal 1 kota denganmu karena tuntutan pekerjaan, tapi apa itu alasan yang tepat untuk melakukan pengkhianatan? Bodoh.


Tapi aku memakluminya, aku rela kamu pergi dengan wanita itu dan meninggalkan Ibuku yang sangat aku sayangi. Kamu tahu? Aku bahagia sekarang, tanpa kamu, bersama Ibuku, adik-adikku dan Ayah tiriku yang aku pikir lebih menyayangiku dan keluargaku dibanding kamu. Aku dan keluargaku tidak pernah sedikitpun menghalangi sebuah pertemuan atau silaturahmi di dunia nyata ataupun maya, tapi 13 tahun ini memang kamu yang mungkin sudah lupa memiliki 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki dari pernikahanmu sebelumnya. Sekarang nikmatilah hidupmu sendiri disana dengan Istri dan anak-anak barumu. Aku tak akan mengemis-ngemis memintamu kembali padaku, memberi nafkah, atau sekedar bertemu. Mungkin aku hanya membutuhkanmu nanti saat ada pangeran yang meminangku, dan meminang adik perempuanku karena kamu tetap memiliki hak sebagai wali nikahku. Itu saja cukup. Aku akan sangat berterimakasih jika kamu bersedia dengan ikhlas datang dan menikahkanku dengan lelakiku yang aku harap tidak sepertimu.


Sebenarnya dari lubuk hatiku yang terdalam aku tidak marah dan dendam padamu, aku hanya menyayangkan kenapa Ibuku menikah denganmu, aku kasihan padanya, tapi bagaimanapun kamu tetap Bapak biologisku. Ya sudah lah, ini semua takdir. Semoga orang-orang diluar sana, teman-temanku bisa lebih bersyukur mereka memiliki sosok seorang ayah yang baik, yang tidak menyakiti hati Istrinya, yang bisa mengantar-jemput mereka kesekolah, yang gagah menggendong saat mereka lelah, yang bisa diajak bermain bola dan mobil-mobilan, mereka lebih beruntung daripada aku yang mempunyai ayah sepertimu.


Satu lagi pa, tolong jangan kecewakan Istri barumu seperti Ibuku ya. Pasti dia baik kepadamu dan bisa membahagiakanmu walaupun dia melarangmu bertemu anak-anakmu ini, mungkin alasannya kuat, dia tidak ingin kamu memperhatikan kami disini, tak masalah, aku tak keberatan kamu untuknya. Dan Alhamdulillah Allah tidak memberikanku rasa rindu padamu, walau begitu setiap hari minimal 5 kali sehari setelah sholat aku tetap mendoakanmu sebagai salah satu dari orang-tuaku. Aku berharap kamu balas mendoakanku, doakan aku untuk bisa tegar seperti Ibuku, tangguh seperti Ibuku, dan kami disini selalu bahagia. Aku sudah memaafkanmu. Maafkan aku juga ya pa atas semua kesalahanku dan kata-kataku di surat ini. Semoga kamu selalu dalam lindunganNya. Jangan lupa datang dalam pernikahanku dan adik-adikku kelak. Terimakasih atas semua kenangan ini, jaga kesehatan ya. Assalamuallaikum.






Anak Pertamamu
@diazputria


- diazputria.blogspot.com

ini aku copy dari blog-nya kakak perempuan kandungku.
hmm... selamat membaca :P

November 10, 2011

Mamahku Nih!

(di mobil, A=Acha; M=Mamah)

A: Mah, kok aku gak diikutin ke bimbel-bimbel gitu e?
M: Halah ngapain, kamu kan udah pinter.
A: ...Tapi...tapi nilaiku jelek-jelek...
M: ...
A: *bersemangat* Aku besok pinternya waktu UN aja! Mamah pokoknya terima nem-ku bagus deh!

___________________


*lanjutannya*

M: Sebenernya ngapain nilai bagus-bagus?
A: *dalem hati* yyess!!!!
M: Mamah pengennya kamu jadi anak shalihah, blablabla......
A: Siaaaaap.
M: Mamah malah gak pengen anaknya mamah sekolah terlalu serius, kalo capek ya leren.....
A: *mata berbinar* wokeeeee~

___________________

Yaa itu tadi 'cuplikan' obrolanku sama mamah. Mamahku baik banget ya!
Untung Mamah kayak gitu, kan aku-yang-tidak-rajin-ini jadi bahagiaaaaa XD

December 28, 2010

Sebuah Keberuntungan Relatif

Intro: bersyukurlah kalian yang punya keluarga lengkap, dari kalian lahir sampe sekarang :) akhir2 ini aku sering merenung, hmm, gak biasanya.


Liburan semester hampir habis, dan aku belom ngerasain liburan yg sebenernya SAMA SEKALI. But it's okay, holiday isn't everything, rite?
Di timeline twitter penuh sama tweet orang2 yang liburan sama keluarganya. ada yang ke Jakarta, Bali, luar negeri juga ada. Aku si-tukang-mantengin-TL cuma bisa gondok di depan monitor/laptop, nelen ludah, sampe ngeces malah (nggak deng)
Seneng ya.....

Tapi sebenernya topik utama post ini (niatnya) bukan itu :B
Sesuai sama intro di atas, as you know (maybe most of you haven't know it), mama & papa kandungku cerai sejak aku masih kecil. dan akhir2 ini aku sering ... uhm ... k..k..*tiba2 gagap* kangen sama papaku itu :B
Sebenernya bukan kangen sama seorang bernama A** S****** itu, tapi kangen sama sosok papa, papa kandung.

Okay sekarang aku punya papa tiri, dua malah! Tapi itu gak cukup, aku pengen yang kandung! Yang asli! Yang bener2 papa biologisku! Tapi itu gak mungkin aku dapetin lagi...

Nyesek ya...
Tiap orang cuma punya satu mama kandung dan satu papa kandung sepanjang hidupnya, sampai kapanpun ya jatah kita cuma sepasang itu. Tapi aku udah kehilangan satu... KEHILANGAN? Nggak. Dia yang kehilangan aku, 3 saudaraku, dan juga mamahku!

Tapi aku gak mau gini lama2, aku yakin aku bisa ngeyakinin otakku, hatiku kalo aku bisa hidup tanpa sebuah sosok itu, sosok yang sebetulnya amat sangat penting bagi hidup seseorang. Ya, papa kandung...

Dibalik kekurangan itu masih selalu terselip sebuah kelebihan yang gaada tandingannya di dunia ini, yaitu betapa beruntungnya aku punya seorang mamah yang amat sangat hebat.

Dia bisa jadi aktris yang hebat, dengan selalu nyembunyiin kesedihannya di depan semua orang.
Dia bisa jadi orang yang paling berpengaruh di rumah, di duniaku, di hidupku.
Dia bisa jadi dokter yang paling hebat, dengan menyembuhkan sakit orang2 lain tanpa mempedulikan sakit yang dia punya.
My mom’s my everything, you bother/disturb her, bacoooook!

Jadi kalo salah satu dari kalian kehilangan seseorang yang menurut kalian itu sangat berarti, ingatlah, itu berarti Tuhan berkehendak kalau itu bukan orang terbaik untuk kalian.
Chau!

June 6, 2010

Betharia Sonata - Hati Yang Luka

Disini, bukan hati saya yang luka, tentunya.
Pernah denger lagu lama yang judulnya 'Hati yang Luka', yang dinyanyikan oleh Betharia Sonata?
Yang ini loh, 'pulangkan saja, aku pada ibuku atau ayahku...' tau kan tau kan?
Nah disini aku mau membahas lagu itu. Kurang penting? Wets belom tentu....



Waktu aku+keluarga ke Magelang (post sebelum sebelumnya) di mobil kan iseng nyetel radio, waktu pindah2 channelnya, pas ada lagu ini. Lagu jamannya mamah saya banget, otomatis gerakan tangan mamah berenti di channel radio ini-_- Dan korban kekerasan fisik yang menyerang telinga ini (?) tentu saja aku+adek2.

Aku lupa itu radio apa. Mari saya copy-kan liriknya:

Betharia Sonata - Hati yang Luka
Berulang kali aku mencoba
s’lalu untuk mengalah
demi keutuhan kita berdua
walau kadang sakit

Lihatlah tanda merah di pipi
bekas gambar tanganmu
sering kau lakukan
bila kau marah menutupi salahmu

Samakah aku
bagai burung disana
yang dijual orang
hingga sesukamu
kau lakukan itu
kau sakiti aku

Kalaulah memang kita berpisah
itu bukan suratan
mungkin ini lebih baik
agar kau puas membagi cinta
Pulangkan saja
aku pada ibuku atau ayahku…

Dulu, segenggam emas
kau pinang aku…
Dulu, bersumpah janji
di depan saksi wow wow…
Namun semua hilanglah sudah
ditelan dusta wow wow…
Namun semua tinggal cerita
hati yang luka…

Kalaulah memang kita berpisah
itu bukan suratan
mungkin ini lebih baik
agar kau puas membagi cinta
Pulangkan saja
aku pada ibuku atau ayahku…

Dulu, segenggam emas
kau pinang aku…
Dulu, bersumpah janji
didepan saksi wow wow…
Namun semua hilanglah sudah
ditelan dusta wow wow…
Namun semua tinggal cerita
hati yang luka…



Disini terlihat bahwa lagu ini menggambarkan kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Di mobil, mamah langsung nasehatin aku,
M: "Cha, km kalo jadi cewe gak boleh sampe dipukul sm suami, jgn mau ditindas sm suami. Kalo sampe dipukul, km harus ngelawan! Ikut Tae Kwon Do!" *lah??*
A: "Okeoke Mah, Pasti. Lagian mosok bisa sampe KDRT sih, heran" *pdhal mamahku dulu sempet ngalamin. woops*
M: "Kalo dipukul suamimu jangan malah nyanyi!"
A: *ngakak* "wahahahahaha XD ho'o ya, ini KDRT malah nyanyi 'lihatlah tanda merah dipipi, bekas tangan siapaaa'"

*gak peduli lirik yang tak nyanyiin salah, yang penting nyanyi lah...... nasehat berlanjut lagi*

M: "Kamu juga besok kalo udah nikah jangan sampe bergantung sama suami. Lebih baik menghidupi orang lain daripada dihidupi orang lain"
A: *deg* 'wah ngena banget nih omongannya mamah' "Ya Mah"


Conclusion:
gaada wanita yang boleh lemah dengan alasan apapun. derajat pria sama wanita itu sama, cuma wanita harus menghormati pria yang menjadi suaminya.
wanita itu punya power, bahkan kalau dimaksimalkan gak akan kalah sama pria
jangan sampe kita termasuk seperti wanita di lagu itu, disia-sia tapi tdk bisa melakukan apa-apa.
:)

December 25, 2009

bukan aku butuh, tapi aku kehilangan

bukan aku butuh, tapi aku kehilangan...

Bukan aku butuh sosok seorang ayah, tapi aku kehilangan sosok seorang ayah.
waktu aku umur 2 tahun, -kalo gasalah- mamaku pisah sama papaku. dan sejak pisah itu papaku itu ngga pernah nengok anak-anaknya yang waktu itu ada 3 anak. Aku, Kakak perempuanku, sama Adik laki-lakiku.

Ooh pernah 1 kali dateng ke rumah waktu aku TK, dan sekarang aku kelas 3 SMP. jadi kalau dihitung...udah 9tahunan aku ngga liat papaku itu.


Tadi di TV aku liat sebuah film barat. dan ketika aku liat kebetulan lagi adegan seorang anak perempuan lari ke arah ayahnya lalu memeluk ayahnya itu. di dadaku tiba-tiba muncul rasa yang aneh banget. hampir ngga pernah aku ngerasain rasa kayak tadi.
aku tiba-tiba kangen sama sosok ayah -what??!-. mungkin kalau aku cerita sama kakak perempuanku atau sama mamaku tentang perasaan tadi mereka bakal kaget bukan kepayang (hiperbola)

Ya Allah, kadang-kadang aku juga mikir, apa papaku itu rindu sama ketiga anak kandungnya (sekarang adekku tambah 1 dari pernikahan mamah kedua)
apa ngga ada rasa pengen gitu ketemu darah dagingnya sendiri?
sebenarnya aku juga ngga berharap bisa ketemu papaku itu juga sih, cuma yaa...ngga habis pikir aja. mungkin sekarang kalau aku ketemu sama papaku itu aku ngga ngenalin wajahnya. bener deh... haha

Itu yang bikin aku kehilangan sosok seorang ayah, dari kecil banget aku ngga pernah liat mamah berhenti kerja. mamah kerja sendirian.
dan setelah kurenungin, aku ngga boleh jadi cewek yang lemah, jangan sampai aku nyusahin mamah. kalau sampe aku nyusahin, itu namanya aku ngga tau diri.



Intinya, sekarang dan seterusnya, aku ngga butuh seorang ayah. tapi hanya kehilangan sosok ayah dalam kehidupanku.

Dan aku yakin, tanpa sosok seorang ayah, aku tetap bisa menjalani hidup dengan normaldantanpa merasa 'kurang' yeah!