Pagi ini ketika sedang bersih-bersih GDrive, aku menemukan satu file excel rencana pengalokasian gaji pertamaku. Yep, waktu itu September 2017, adalah bulan pertama aku bekerja ‘serius’ setelah wisuda di bulan sebelumnya. Judul file excel itu singkat saja, ‘How.xlsx’, yang menyiratkan bagaimana (bingungnya) aku mulai mencoba menata hidup setelah benar-benar lepas dari pendidikan. Seperti anak penyu yang pertama kali siripnya menyentuh air laut, aku tidak mau terlena dengan uang yang akhirnya aku punya dari hasil kerjaku.
Membuka berkas itu rasanya campur aduk. Awalnya aku kasihan juga membayangkan diriku saat itu, dengan gaji yang mepet UMR Jakarta, tapi aku ingat betul tekadnya begitu besar untuk menjadi perempuan mandiri yang bisa diandalkan. Kemudian aku agak tergelitik juga karena sebenarnya yang terjadi saat itu tidak sesuai dengan perencanaan yang ku buat. Masih jelas di ingatan, saat itu lumayan banyak biaya ‘tak terduga’ yang ternyata membuat nabungku tidak semulus rencana. Lalu aku bersyukur, karena ternyata aku bisa melewati tahap hidupku yang itu, dan sekarang berada di titik ini. Alhamdulillah sudah jauh membaik, lebih stabil, both financially and mentally.
Satu hal lagi yang ku rasakan, aku bangga dengan diriku saat itu. Keadaan saat itu lah yang membuatku menjadi pribadi seperti hari ini. Aku bangga karena saat itu, yang ku tahu hanya berusaha yang terbaik. Aku ingat saat itu pundakku sebetulnya terasa berat, tapi aku tidak mau terlalu memikirkannya. Langkahku memang pendek dan berat, tapi selangkah demi selangkah ku jalani saja sebisaku. Aku bangga dengan diriku di tahun 2017 itu, seorang fresh graduate yang berusaha dengan sumber daya apa adanya, mengandalkan kemampuanku yang biasa-biasa saja, tapi didorong dengan semangat yang terus membara.




