Warmest regards

Showing posts with label Kehidupan Merantau. Show all posts
Showing posts with label Kehidupan Merantau. Show all posts

August 20, 2020

Touring Bukittinggi: Satu Spirit, Lintas Angkatan

Heyho! Aku mau cerita perjalanan touring kecil-kecilanku sama beberapa kawan dan senior di tanggal 8-9 Agustus lalu. Touring yang sempat tertunda ini akhirnya terealisasi dengan jumlah peserta 7 orang dengan 5 motor aja. Hahaha. Ada Pak Rei, Bang Joko, Bang Fathan, Kak Dhina, Mas Jihad, Ihsan, dan aku. Lumayan lah ya~

August 22, 2019

Menjelang Akhir Minggu ke-3

Shalat Idul Adha di tengah Pekanbaru yang berasap. 

Ini adalah postingan pertama sejak berpindah ke kota yang baru ini, Pekanbaru, Riau. How's my life here? Hmmm... Fine, but not too fine. Bad, but not too bad, I guess~

August 2, 2019

OJT Selesai, Dikasih Kesempatan ke Luar Jawa


Hai teman-teman! Pukul 1:55 pagi hari, mataku masih terbuka lebar, belum ingin tidur.
Postingan ini jadi sebuah tanda bahwa Sarah Mustika telah gagal menjalankan niat untuk mendokumentasikan kegiatan OJT setiap harinya. Ternyata cuma berhenti di hari ke-13. Payah ah, Cha! Ya maaf ya, rupanya niat & tekadnya kurang kuat.

October 29, 2018

Tergaet Pesona Kota Jakarta

kolam bundaran hotel indonesia jakarta

Kurang lebih lima tahun aku udah menjalani sebagian besar hidupku di luar kota tempat aku dilahirkan yaitu Yogyakarta. Setelah kota ini, Depok dan Jakarta jadi rumah keduaku. Lima tahun bukan waktu yang singkat loh, tapi ngga begitu terasa lama. Bahkan beberapa kali aku tertegun sendiri dalam hati,
"Udah lima tahun????"

Depok dan Jakarta. Yang tadinya asing, jadi asik. Yang awalnya ngeri, jadi berarti.

July 25, 2018

It ain't a Competition, Darling

After some reflection, I realize that the one thing I've done, most of the time, that can keep me sane in this harsh life called 'Jakarta', is that I don't take this life as a competition.

Yep. Begitulah kira-kira 1 kalimat yang bisa merangkum + 5 tahunku di kota orang ini. Kota yang katanya keras, tapi sebetulnya ngangenin juga di sisi lain. Bohong kalau aku bilang Jakarta adalah Hobbiton, di mana para Hobbit hidup bahagia berdampingan. Jakarta lebih mirip seperti Glade, area di film Maze Runner, beserta labirin yang mengelilinginya. Dan dengan tidak menganggap hidup yang aku jalanin ini sebagai sebuah kompetisi, Jakarta tetap menjadi Glade, bukan Capitol di film Hunger Games.

August 14, 2017

Jogjaku Bertahan di Perantauan

Jogja itu indah. Semua orang ingin berada di sana, dan terlalu indah sampai bisa membuat kita terjebak di dalamnya. Dari seluk beluk perkotaan hingga sisi terdalamnya memiliki cerita yang selalu berhasil membuat hati kita ingat akan kemanusiaan. 

Tulisan mengenai indahnya Jogja tidak pernah memuaskan. Bagi kalian yang belum pernah ke Jogja, dengan sepenuh hati aku merekomendasikan untuk berkunjung saja untuk tahu pastinya. Satu-dua hari tidak pernah cukup untuk memuaskan batinmu, tapi setengah hari saja sudah lebih cukup untuk tahu alasan Jogja menjadi kota yang dicintai banyak orang.