Dunia Kacrut
Baru kemarin tersiar berita bahwa Amerika Serikat bersama Israel (tentunya, si bestie tuh) melancarkan serangan ke Iran, dan siang ini telah dikonfirmasi bahwa pimpinan tertinggi Iran meninggal dunia. Trump & Netanyahu menjadi duo maut yang terus-menerus menebar masalah di banyak negara, khususnya Timur Tengah. Palestina, Yaman, Syria, Lebanon, dan banyak negara lain menjadi bukti kejahatan perang yang, entah mengapa, tidak ada yang mampu menghentikan.
Isu-isu "World War III" mulai muncul ke permukaan, dengan serangan balasan dari Iran, serta tereskalasinya konflik ini dengan hadirnya Russia & China yang turut membela Iran. Pengetahuanku soal Hubungan Internasional tidak banyak, yang aku tahu, semua konflik dan perang ini tidak pernah didasari hal yang masuk akal dan tidak pernah berujung baik bagi negara yang terlibat.
Merupakan hal yang wajar kalau aku, kamu, kita semua para warga negara Indonesia, sedikit banyak terpengaruh dengan berbagai pemberitaan ini. Terlalu banyak hal negatif yang kita terima setidaknya sebulan terakhir ini. Tentu masih segar di ingatan bagaimana Presiden paruh baya kita berdiri sejajar dengan Trump sebagai anggota Board of Peace. Muak? Banget! Tapi yah, we all saw this coming. Penjahat akan berkumpul dengan sesamanya meskipun mengatasnamakan "Perdamaian".
Semakin dipikirkan, segala situasi ini semakin menyita tenaga dan pikiran. Kita kesal, muak, menghardik situasi ini, tapi tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Presiden nampaknya sudah sukses membuat kondisi yang "membungkam" sesuai keinginannya. Sekuat apapun kita berteriak, itu tak lebih dari sekadar riak di permukaan palung mariana.
Mencoba Mencari Ketenangan
Tapi tahukah teman-teman, ada satu hal yang mungkin bisa sedikit mengurangi beban pikiranmu. Ini yang aku yakini juga, yang menjadi peganganku menghadapi carut-marutnya dunia.
The Scale of Time
Itu adalah judul sebuah video di Youtube yang pernah aku tonton berjudul To Scale: Time dari channel To Scale. Isinya sangat mind-boggling, membuatku kepikiran dan bahkan sampai hari ini aku terpana mengingatnya.
Video itu berisi sebuah tim yang mencoba memvisualisasikan timeline Waktu sejak titik awal Waktu dimulai, hingga di masa kini (saat itu tahun 2023). Dimulai dari titik terjauh yang dapat diidentifikasi manusia: Big Bang, berlanjut hingga era saat ini. Apa fakta menarik dari video itu--yang mungkin akan sedikit menghangatkan hatimu?
Bayangkan, timeline alam semesta ini dibuat sepanjang 6,9 kilometer. Ternyata, panjang timeline dari awal kehidupan manusia ditemukan itu hanya sepanjang 30 centimeter di ujung saja. Aku coba visualisasikan ya:
|_|______________________________________________________________________________
Yah, kira-kira manusia hanya menempati ujung kecil dari betapa panjangnya perjalanan alam semesta yang kita huni ini.
"Every person you've ever heard of existed in the last centimeter of space. And your life would be less than the width of a hair." --Wylie Overstreet
They Will Die One Day
Jadi, apapun yang terjadi saat ini, dengan Trump, Netanyahu, dan segala kejahatannya,
Apapun yang terjadi di dalam negara kita saat ini,
Apapun masa depan yang terlihat di depan kita,
Itu hanya seruas jari kecil dari gambaran besarnya. Semua yang kita alami di dunia ini fana, dan akan selesai ketika waktunya tiba. So, jangan biarkan hal fana ini mengecilkan kita, karena pada dasarnya kita dan Trump sama saja kecilnya di alam semesta.
Biarkan saja para laki-laki boomers itu saling membunuh dan menjatuhkan. Yang bisa kita lakukan adalah menunjukkan di mana kita berpihak, dan mengusahakan yang terbaik dalam menjalani hidup ini. Lepas dari itu, biarkan Tuhan yang mengatur jalan kita, masa depan kita.
One day, Trump will die. Netanyahu will die. That old man will die.
We just need to carry our hurt & loss into the afterlife, where the we will witness the true justice.


No comments:
Post a Comment