Warmest regards

January 6, 2014

2014: Pasti Menyenangkan

On repeat: Maliq & D'Essentials - Beautiful Life

Heeyyy! Selamat memasuki tahun 2014!

Yang sudah biarlah sudah. Kalau bahasa Jawa-nya, "sing uwis yo uwis".
Tahun 2013 adalah tahun yang luar biasa.
Tahun perubahan. Akhir dari sesuatu, tetapi juga awal dari sesuatu yang lebih besar.

Tahun 2014 sudah mulai kita tapaki.
Siapkan alas kaki yang lebih kuat, bekal yang lebih banyak, ibadah yang lebih giat.
Banyak yang menunggu kita tahun ini!

Tahun 2014 itu..... Piala Dunia!
Oh God, kalau aku di asrama gimana caranya nonton TV T.T
Piala dunia itu waktunya bersenang-senang, dukung tim kebanggaan sepenuh hati.

Tapi selain itu,
tahun 2014 adalah..... Pemilu Presiden!
source: pemilu.com
Oke aku excited banget dengan yang satu ini. Tahun ini adalah kali pertamaku menggunakan hak suara--selain beberapa waktu lalu pemilihan ketua&wakil HMIK.
Entah, antara bersemangat dan deg-degan, takut salah pilih. Karena sampai sekarang pun belum tahu akan pilih yang mana.
Setiap hak suara yang kita gunakan punya tanggung jawab besar, lho. Jika pilihan kita yang nantinya menang, kemudian bisa memimpin dengan baik, itu berarti kita berperan dengan baik. TAPIIIII..... kalau pilihan kita menang tapi tidak memimpin dengan baik, itu berarti kita juga berperan...

NAH, untuk meminimalisir 'kesalahan' yang mungkin terjadi, ayo dari sekarang kita mulai perhatian.
Perhatian dengan para calon presiden & calon wakil presiden yang akan ada di kertas suara.
Jangan sampai hak suara kita yang berharga, yang udah diperjuangkan, yang jadi tanda negeri ini demokratis, terbuang sia-sia.

Golput lah, Cha. Semua sennnnang~
Pikiranku jaman dulu... Jangan laaah. Setidaknya, kalau hak suara kita gunakan, kita berhak mengajukan pendapat kita di kemudian hari.
Bayangkan, ketika pemilu kita golput, tapi setelahnya kita sering sambat tentang kondisi negeri, protes sana sini.
macam gak tahu diri
ups

Okeeey everybody.
Do the best of you.
Do the best for this country.
Do the best in this new year.
I looove yah.

January 5, 2014

Merantaulah

On repeat: Maroon 5 - Must Get Out

Merantaulah, maka kamu akan tahu arti rumah.
Rumah adalah tempat kembali,
dan tempatmu bisa jadi diri sendiri.
Merantaulah, maka kamu akan tahu arti keluarga.
Keluarga adalah mereka yang paling jujur,
tanpa pencitraan dan apa adanya.
They who you can always hang on to.
Merantaulah, maka kamu akan lebih menghargai jarak.
Betapa jarak ada untuk kita tempuh,
dan darinya rindu tercipta.
Merantaulah, karena banyak hal menunggumu di luar sana.
Berdiam di zona aman memang menyamankan,
tapi apa yang kauharap dari berdiam?

Jangan takut merantau. :]

Jakarta - Yogyakarta
picture source

December 17, 2013

An Example of A Bad Self-management

Beberapa minggu yang lalu mungkin adalah waktu-waktu ter-hectic-ku di semester ini, semester pertama kuliah.
Semester pertama..... bener-bener masa penyesuaian! Ibaratnya, semester ini musim pancaroba yang membawa kita dari musim panas ke musim penghujan.

Beberapa minggu yang lalu aku melewati sebuah fase yang parah.
Setiap mata kuliah hampir selalu ada tugas, tugas kelompok pula.
Kegiatan kepanitiaan pun ada.
UKM pun tetap jalan.

Dimana aku ke kampus sejak pagi, lanjut kegiatan sampai malam dan lelah.
Cukup malam untukku langsung tidur tanpa mandi bahkan makan.
Cukup lelah untukku terkadang tidur tanpa shalat isya, bangun terlambat hingga kadang mengabaikan shalat subuh.
Astagfirullah.

Tapi yaa, beneran, aku merasa kalau aku menjauh dan menjauh dari Dia.
Dan aku merasa, "kuliah kok gini banget? hidup kok gini banget?"
Mana self-management yang harusnya selalu kamu pegang, Cha?
Hmm.

Dan aku coba untuk kembali ke seharusnya.
Kembali ke Dia yang selalu jadi tujuan manusia ketika mereka ada di bawah.
Yaa Allah, ampuni dosa hambamu ini...
:'|

Jangan lagi, Cha.

Kita Tumbuh

2013 hampir telewati...
Kurang dari satu bulan lagi euy... (tiba-tiba sunda)
Masuk tahun 2014, berarti masuk usia ke-19. Udah besar, ya.

Sekarang aku (atau mungkin kamu juga) ada di masa dimana prinsip-prinsip hidup lambat laun makin jelas. Tidak hanya kita, teman-teman sepermainan pun begitu.
Lingkungan perlahan membentuk kita.
Lingkungan perlahan mengarahkan kita, bahkan mengubah perspektif kita.

A friend of mine told me that he has no believing in marriage. "Aku gak percaya konsep marriage, Cha. Hidup ini pilihan, kan?"
A friend of mine once declared that she is not believe in religion. All she believe is God, but no religion.
In the other side, a friend of mine have made her life-plan. Aku akan nikah umur sekian, di umur sekian aku akan punya anak, dan seterusnya.

Pendewasaan. Ya, aku (dan mungkin kamu) sedang mengalaminya.
Betapa kita mulai meninggalkan pikiran-pikiran lama.
Betapa sudut pandang kita terus menerus berkembang.
Betapa wawasan kita semakin luas.
We are growing.

And as we growing, there comes another responsibility.
Semakin dewasa, kita dituntut untuk mempertanggungjawabkan kedewasaan kita.
Bagaimana melihat dengan lebih objektif.
Bagaimana menerka dengan lebih realistis.
Bagaimana melangkah dengan visionis.

Ya, tentu, level baru sejalan dengan tantangan baru, tugas baru.
Don't you ever dare to grow but denying challenges.

Kalau nggak siap dengan apa yang menghadang, jangan berharap garis finis tercapai.
Hidup itu sejatinya cuma perlu dijalani.
Dan semua yang menghadang perlahan tapi pasti akan terlewati.

Jangan takut, ada Dia, genggam Dia, dan kamu tak pernah sendirian.


Acha. Sedang menjalani hidup seru penuh dinamika.

October 2, 2013

Mungkin Bukan Aku, Tapi

Mungkin aku bukan orang yang fasih ber"gue""lo",
tapi,
aku akan sangat senang obrolan kecil di waktu senggang bersamamu.

Mungkin aku bukan orang yang bisa mengantarmu dengan kendaraanku,

tapi,
aku mau bersedia berjalan bersamamu, di sampingmu.

Mungkin aku bukan dia yang hadir dan membuatmu terpana,

tapi,
inilah aku, adanya aku, dengan segala kekuranganku.

Mungkin aku bukan orang dengan segudang pengalaman, pengetahuan,

tapi,
aku ingin selalu saling berbagi denganmu.

Mungkin ini bukan puisi indah penuh kata-kata membuai angan,

tapi,
kau harus tau,
ini tulus dariku untukmu.

Kawan, mari dekat,

             mari erat,
             mari akrab.
Namaku Acha, salam kenal. :)



Teruntuk, Komunikasi '13.