Warmest regards

October 26, 2014

We ain't Children No More

Percakapan dengan Erlangga, salah satu teman jurusanku dan kami sama-sama di asrama UI:
*makan di kantin asrama*
*doi ngomongin boyband Korea yang baru keluar*
Er: Umurnya sama kayak kita lho, Cha! Muda banget kaaan.
Ac: Wah, iya ya muda bangeeet......... Eh, ya enggak muda juga Er, 19 tahun kan.
Er: Iyasiiih........
Ac: Umur-umur sekita tuh umur-umur artis yak hahaha.
Er: Iya Cha, tapi aku kok masih ngerasa kecil ya. Masih anak kecil gitu.
Ac: Sama banget Er!!!
Er: Harusnya umur segini kita udah mikir panjang-panjang gitu.
Ac: Iyaaaaa..... Kitanya masih ngerasa kecil-kecil aja, padahal bentar lagi..... (nikah, tapi gak kusebutkan wkwk)
Yah begitulah.
Usiaku 19 tahun yang berarti bahwa tahun depan aku tepat dua puluh kali mengelilingi matahari. Usia yang cukup untuk berpikir jauh ke depan. Usia yang cukup untuk...well, merencanakan 'hidup'. Usia yang cukup untuk tidak hanya berandai-andai tentang masa depan, tetapi juga mencari jalan untuk mewujudkan.

Bahkan sekarang gue belom nentuin mau masuk peminatan apaaaa

Kalau soal pekerjaan, aku punya beberapa keinginan, atau alternatif, atau kemungkinan. Intinya aku sudah punya bayangan untuk ini.
Setelah beberapa lama kerja, perempuan inginnya nikah lah yaa. Soal pendamping hidup, bukan prioritas saat ini. Kita lihat saja. Yang pasti aku harus punya pendamping saat wisuda. That's target. --wakakakak--
Setelah menikah, perempuan akan sejati setelah memiliki anak. Well at least that's in my opinion. Ingin punya anak berapa? Laki-laki atau perempuan? Ini kita-lihat-saja lainnya.

Slowly but sure, I'm on my way to reach my dream.
And we, all of us, have to accept the reality that,



WE AIN'T CHILDREN NO MORE

October 7, 2014

Hobiku: Jilbab Tak Kuno Lagi

Hai hai!
Aku punya sebuah kebiasaan, emm, nope, let's say.... Hobi! Hobi yang aku bahkan tak sadar sejak kapan jadi hobi. Yang pasti aku suka banget melakukannya: mengobservasi gaya berpakaian orang. Well, yes, aku suka memperhatikan busana yang dipakai orang--terutama cewek. Dari atas sampai bawah... not in annoying way ya tapi. Bagaimana orang itu mengombinasikan warna, motif, tone, dan lainnya. Bahkan kadang aku sampai memikirkan kira-kira apa alasan orang itu beli pakaian itu. Kadang nemu orang dengan gaya yang manis dan serasi, tapi tak jarang juga nemu berbagai fashion disaster yang bikin orang lain mengelus dada.


g a k  m a t c h i n g :(((
source: dskon.com
Yang lebih seru lagi adalah mengobservasi gaya berbagai mbak-mbak hijabers. Yah seperti yang bisa kita lihat dan rasakan, berjilbab tak lagi identik dengan kesuraman, kekunoan, dan kekakuan. Berbalik 180 derajat, berjilbab justru memberikan kesempatan cewek-cewek untuk bereksplorasi bahkan berkreasi. Aku sih selama tren ini masih dalam koridor yang benar, setuju-setuju aja.

Perubahan Tren Busana Muslim
Berjilbab itu repot, gerah, kuno, gak bergaya. Yes.... dulu. Dulu sebelum negara api menyerang. Berjilbab semata-mata dilihat sebagai kewajiban yang 'menyusahkan'(?). Kalau dibilang kuno sih..... well, bisa jadi karena beberapa tahun yang lalu, fesyen hijab belum berkembang, belum bervariasi. Katakanlah kerudung yang populer hanya kerudung 'langsung' dan paris segi-4 saja. Jilbab cuma akan bervariasi di seremoni seperti kawinan atau wisuda kelulusan. Untuk pakaian paling-paling dress panjang atau gamis. Kesannya berjilbab membuatmu mati gaya.
Tapi sekarang tidak lagi!
source: http://www.zalora.co.id/jenahara-for-zalora/
Setelah negara api menyerang, tren busana muslim berkembang sangat cepat beberapa tahun terakhir. Hilang sudah stereotip-stereotip negatif tentang berjilbab. Repot? Berbagai model busana bisa dipilih sesuai kebutuhan. Formal maupun informal, semua ada pilihannya. Gerah? Nope. Bahan busana yang kita inginkan pun variatif dari katun hingga sutera. Kuno? Big no no. Wanita semakin punya banyak kesempatan untuk berkreasi dengan kombinasi gamis/dress, dengan kerudung paris/pashmina, ditambah rok/trousers, plus sandal kasual/wedges cantik.


source: http://www.zalora.co.id/jenahara-for-zalora/
Tidak hanya sampai di situ. Banyaknya selebriti Indonesia yang memutuskan untuk berjilbab serta munculnya fashion-blogger hijab pun semakin menambah referensi fesyen wanita Indonesia, sebut saja Zaskia Adya Mecca, Dian Pelangi, Shireen Sungkar, Fatin Shidqia, dan yang menurutku paling oke, Dewi Sandra.
Bersama munculnya tren ini, fesyen hijab pun merambah ke online shop juga. Semerambah itu. Ibaratnya lo bukan pengguna socmed kalau belum pernah ditawari gamis olshop di FB atau BBM. Hahaha. Bahkan nih, situs belanja online besar seperti ZALORA pun sekarang menyediakan brand khusus busana muslim >> Jenahara for ZALORA

Lihat kan betapa okenya dan dinamisnya tren fesyen di Indonesia. Tak salah dong aku punya hobi macam itu: mengobservasi gaya berbusana orang. Hahaha. Coba deh kalian lakukan, seru!

September 22, 2014

Graduation

Bukan, bukan aku yang wisuda. Aku bahkan masih semester 3.
Jadi hari ini aku berhasil menyusup menyaksikan wisuda kelulusan mahasiswa/i UI angkatan 2010. Aku selalu suka menyaksikan seremoni itu. Dimana para wisudawan, rektor, dekan, guru besar, bahkan mahasiswa baru berada di satu atap: Balairung. Dimana para pejuang telah mengkhatamkan studinya, sebagian bahkan membawa pulang predikat cumlaude. Dimana pundak para wisudawan perlahan menopang harapan bangsa ini.
Selesai prosesi wisuda, para wisudawan/wati berhamburan di lapangan Rotunda, Balairung, dan Rektorat untuk menemui sanak keluarga, kerabat, teman kampus, dan orang spesial mereka. Betapa kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari gurat wajah mereka. Segala perjuangan, lelah, amarah, kecewa, rasanya terbayar sudah. “Hari ini adalah hariku!” mungkin itu yang ada di benak setiap mereka.
Aku bersama beberapa teman color guard pun menghampiri beberapa senior kami yang juga wisuda tadi. Keren. Itu yang pertama kupikirkan. Kalau aku terus berjalan, tidak lebih dari 3 tahun lagi aku akan berada di posisi mereka. Ya.
Selamat kakak-kakakku. Selamat berjalan ke tingkatan selanjutnya. Semoga sukses dan selalu penuh berkah! :)

August 17, 2014

Training Centre Tengah Tahun: Check Point

Jadi tanggal 13-16 Agustus kemarin aku ikut Training Centre (TC) tengah tahun Marching Band Madah Bahana. TC ini digelar untuk kejar target penampilan besok tanggal 19-20 Agustus di UI. Penampilan ini jadi penting karena kami insyaAllah akan tampil di depan ribuan mahasiswa baru UI 2014.

TC kemarin adalah pertama kalinya buat aku. 4 hari yang wow. Sekali lagi, WOW. Ternyata gitu rasanya TC. Berat bray. Koyo cabe, salonpas gel, neorheumacyl neuro, hansaplast jadi teman karib. Tapi kayak kata Kak Nimon, "kalau gak mau susah, gak usah hidup!" setuju Kak. Di TC kami, pasukan Madah Bahana for GPMB 2014, latihan +12 jam kotor setiap harinya. Sebelum TC kami latihan intensif dengan rata-rata 10 jam latihan setiap harinya. Bayangkan hahahaha.

Seluruh pasukan berlatih bareng, makan bareng, tidur bareng--mandi tetep sendiri-sendiri ya--, loading-unloading alat bareng. Bahagia, sedih, capek, bangga, khawatir, takut, semuanya bercampur, dan kami lewatin bareng. Please, jangan ada yang 'pergi' lagi dong.

Check Point.

Kata Kak Ditya, TC dan penampilan besok ini adalah check point pertama menuju 'peperangan' sebenarnya di akhir tahun nanti. Kamu tau kan check point? Kalau di dalam permainan, ketika kita meraih check point, artinya kalau kita 'game over', kita kembali lagi ke check point itu. Kita gak bisa dan gak boleh turun level, karena kita sudah ada di check point.

Sumpah, masih buanyaaaakkkkk PR-PR yang harus aku selesaikan setelah check point ini. Dari mulai flag toss, rifle toss, saber toss, jalanin display tanpa kagok, percepat recovery kalau alat gak ketangkap--tapi usahain ditangkap Achaaa!!!--, sampai jadiin diri ini banci tampil yang selalu senyum selama display. Banyak sih, susah sih, tapi pasti bisa!

Bismillaah untuk gladi resik besok dan penampilan OKK besok lusa.

_________

"Bayangkan, satu chart mungkin akan diulang-ulang ratusan bahkan ribuan kali sampai besok GPMB. Lakukan dengan sungguh-sungguh, dengan serius. Pasti hasilnya baik."
--Kak Dito.
"Hidup itu susah, berat. Kalau gak mau susah, gausah idup!"
--Kak Nimon. TC tengah tahun MBUI, 15 Agustus 2014.