Warmest regards

May 27, 2011

Tetap 'mendaki' Menuju Titik Teratas | Miley Cirus - The Climb


Manusia itu kodratnya selalu ingin berkembang, ingin bertemu dan menjajal hal baru. Tidak beda denganku --yaa, karna aku memang masih manusia. Impian demi impian selalu berdatangan. Baik impian jangka pendek, maupun jangka panjang. Tapi, rasa optimisme tidak dapat kita jamin kedatangannya. Kadang, hati kita telah bertekad, tapi ada suara di kepala kita, "You'll never reach it"

"I can almost see it
That dream I am dreaming
But there's a voice inside my head saying
"You'll never reach it""
Suatu langkah besar dimulai dengan sebuah langkah kecil. Itu yang aku lakukan, langkah demi langkah aku lakukan. Langkah-langkah itu terasa kosong, tanpa arah, tak terkontrol. Tapi aku sadar, bukan hanya langkah-langkah kecil --maupun besar-- yang aku butuhkan. Rasa percaya pada diri sendiri dan rasa setia kepada tekadku juga saaangat dibutuhkan.
"Every step I'm taking
Every move I make feels
Lost with no direction
My faith is shaking"
Tapi gak ada alasan untuk berhenti! Aku harus pecut diri sendiri sebelum orang lain memecutku!
"But I gotta keep trying
Gotta keep my head held high"
Rintangan akan selalu menghadang. Itu sudah aturan yang diberikan oleh Tuhan. Aku tidak bisa memohon kepada Tuhan untuk melenyapkan rintangan-rintangan itu, hidup tidak semudah itu, Cha. Aku hanya bisa memohon, Tuhan akan menguatkanku, menguatkan tekadku untuk menuju ke titik teratas, untuk terus mendaki ke puncak tertinggi.
"There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
Always gonna be an uphill battle
Sometimes I'm gonna have to lose"
Perlahan tetapi pasti. Hidup ini bukan tentang siapa yang tercepat, melainkan siapa yang terhebat. Terhebat bukan selalu tentang postur atau otot. Tetapi mental yang paling kuat menghadapi kehidupan yang terjal. Kuatkan hati kita, kuatkan mental kita! Teruslah 'mendaki' dan jangan pernah berhenti! Dunia itu musuh: taklukkan dia sebelum dia menaklukkanmu. Yeah, It's the climb.
"Ain't about how fast I get there
Ain't about what's waiting on the other side
It's the climb"

Miley Cyrus - The Climb
written by: Sarah Mustika Putri Adhitya
ttl 2 Juli 1995
penulis amatir yang masih terus 'mendaki'

May 20, 2011

H-1 PSIKOPAD! #6

posternya PSIKOPAD!#6
INI DIA! Pensinya SMA Negeri 3 Yogyakarta PSIKOPAD!#6

BELOM GAWL KALO BELOM DATENG! #halahbanget
dateng yaaaaa ;-)


______________________________________________


Aku dapet kerjaan jadi penyobek tiket wkwkwk. #sebenernyagakpentingpentingamat
Doain lancarrrr, gak ada hujan, artisnya puas, penontonnya makin puas, pokoknya yang terbaik deh. AMIIIIIIIN

March 4, 2011

Perjuangan Ini Gak Akan Sia-sia

Pasti banyak yang udah tau kalo teater sekolahku Jubah Macan bakal bikin sebuah pentas. Rencananya pentas ini akan manggung 16 April besok. Disini aku juga jadi pemain, bukan pemain utama, baru dapet peran kecil.
Walaupun gitu, setiap harinya aku harus ikut latihan biar kualitas aktingku juga bisa bertambah.

and you know? latihannya setiap hari, pulang paling cepet jam 5 sore, dan itu mulai dari pulang sekolah.
Satu kata untuk ini, PERJUANGAN.

Sekarang ini aku emang harus bekerja ekstra keras, harus selalu bisa membagi waktu antara sekolah, teater, keluarga, temen, dan juga pacar. That's totally hard, but I know I can.

Mamah sering komplain ke aku, karena aku pulang selalu sore, gak punya waktu ketemu keluarga.
Mah, sebenernya aku kangen banget bisa ngumpul-ngumpul sama seluruh keluarga. Aku pengen banget bisa punya waktu luang barang satu hariiii aja. Tapi ini udah jadi tanggung jawabku. Kala ini emang waktuku habis buat teater, tapi ini cuma sampe tanggal 16 April kok, cuman + 1,5bulan lagi.
Pokoknya mamah harus liat aku di atas panggung besok, yaa walaupun aku cuma muncul beberapa menit. Tapi aku yakin beberapa menit itu pasti akan sangat berkesan, sebanding dengan perjuangan yang udah aku lakukan sekarang.
Ingat saja kata pepatah, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Ciao! Arigatou gozaimasu!

February 26, 2011

IPS. Mengapa Tidak?

Sabtu, 19 Februari 2011 | 09.30 WIB

YOGYAKARTA, ACHAKACHA.BLOGSPOT.COM – Teman-teman saya banyak yang mengeluhkan tentang orang tua mereka yang melarang mereka untuk memilih Program studi (prodi) jurusan IPS. Orang tua mereka mungkin menginginkan mereka untuk menjadi seorang dokter atau semacamnya. Sebagai anak, mereka tidak ingin membantah. Masuklah mereka ke prodi IPA…

Mereka, para orang tua, kurang mempertimbangkan potensi-potensi yang muncul dari masuk ke prodi IPS. Memang pada dasarnya prodi IPA lebih luas cakupannya daripada IPS. Tetapi kalau tujuan akhirnya adalah masuk ke fakultas yang bersifat pengetahuan sosial, bahkan bekerja ke bidang sosial, mengapa harus mengambil prodi IPA? Pondasi yang kuat sangat diperlukan pada pengembangan diri selanjutnya, maka dari itu jangan sampai memilih pondasi yang salah.

IPS sangat banyak manfaatnya di dalam kehidupan sehari-hari. IPS lebih mengajarkan untuk berpikir seimbang, seimbang antara otak kiri maupun kanan. Program studi IPS juga dinamis, tidak kaku, dan yang pasti tidak terpaku oleh rumus! Inilah sebabnya anak-anak lulusan IPS biasanya pemikirannya lebih terbuka dan tidak sedikit juga yang menjadi orang sukses ketika dewasa.

Jangan ragu dalam memilih jurusan. Yakinlah pada pilihan yang akan anda ambil. Jangan terpengaruh oleh orang lain. Pastikan bawa pilihan yang anda ambil merupakan pilihan terbaik, karena ketika anda telah menentukan pilihan artinya separuh hidup anda telah ditentukan. Semangat! (@68Acha)




nb. sebenernya... uhm.. sebenernya ini tugas sekolah (disuruh bikin artikel). tapi tulisan ini dijamin original!

February 20, 2011

TJ Sumber Keanehan

tulisan ini saya buat pada tanggal 14 Februari 2011, kejadiannya juga terjadi pada tanggal yang sama...

Prolog:
Saya kira 14 Februari masih menjadi perayaan hari valentine –bagi yang merayakan--, tapi ternyata bukan lagi. 14 Februari udah berubah jadi ‘hari super random hahahihi rocker di siang bolong’ buat saya. *zziiiiingg*

Jadi gini, aku tadi pulang dari sekolah pukul 16.30an. Biasanya sih lebih sore, tapi hari ini aku pulang lebih cepet karena nanti mau ada les.

Okay, pulang, jalan ke shelter TJ, normally, nothing happened, YET......
Beruntungnya, aku langsung dapet jalur kesayanganku (baca: 2B) tanpa harus nunggu. Aku langsung masuk ke bus itu, duduk, sambil ber-galaugalau ria –bohong! Aku sama sekali nggak ria tadi--.
Sampe di shelter....duh aku lupa. Sampe di suatu shelter, ada seorang bapak setengah baya naik ke bus dan langsung duduk di jejerku. Bapak itu tadinya ya biasa aja, seperti orang lain kebanyakan. ‘tadinya’.... Sampai suatu detik, dengan suara yang agak lirih, bapak tersebut ngomong sesuatu yang lumayan bikin saya kaget,

“Mbak, kalo kerja di salon itu biasanya digodain pelanggan-pelanggannya ya”

NGEEEEEEKKKK????!!!!

Apa-apaan tiba-tiba ngomong gituan ke aku. Aku bingung banget mau nanggepin gimana. Dengan penuh kebijaksanaan dan raut muka serius aku jawab, “Ya tergantung salonnya dan pekerjanya itu pak”.

Habis itu bapaknya diem agak lama, sampai suatu detik bapak itu ngomong lagi, “Tapi kalo pelanggannya cakep gitu jadi lebih romantis kan mbak?”

Dalem hati: wooooooy peduli setan deh sama pelanggan dan pekerjanya yang romantis itu –a
Yaudah tak balesin dengan cengiran mautku (?) soalnya aku bingung mau njawab apa. Sumpah bapak itu benar-benar memanfaatkanku yang pengen jadi psikolog ini buat curhat!!

“Kan ada ya, istilah buat ‘Salon Plus-plus’ mbak” kata bapak itu lagi.

Aku Cuma bisa jawab, “Yaaa... Iya pak hehe” --a

Pembicaraan terus berjalan, walau tiap kalimat selalu diselingi sekitar 30 detik gaada suara (apasih?). Ini nih yang paling freak, bapak itu tiba-tiba cerita gini, “Pernah suatu malam, saya itu pura-pura tidur. Istri saya yang baru pulang dari kerja langsung peluk saya dan bilang ‘maaf mas, saya kerja begini cuma buat keluarga, buat ngehidupin keluarga’ saya tapi itu pura-pura tidur mbak, saya nggak berani bangun.”

ADUH OJAAAAAN, terus hubungannya sama ane apaan?
Dalem hati: kayaknya ini akan berlangsung lama... TUHAN! AKU PENGEN TURUN BIS SEKARANG! SUMPAH DEMI PULAU KOMODO!!!

Dan suatu detik, bapak itu cerita gini, “Pernah suatu pagi dia (istrinya) bilang ke saya ‘mas, saya belom pernah disentuh siapapun, saya pengen disentuh mas’”

BRUAKAKAKAKAK aku pengen ngakak! Ini pembicaraannya kok jadi melenceng begete gini =.=
Tapi aku gak pernah membuka pembicaraan. Takutnya waktu aku mau turun bus, bapaknya ngasih duit ke aku, tanda terimakasih bisa curhat sepuasnya.

Akhirnya shelter Ludira Husada di depan mata, dengan sedikit sapaan, aku bilang ke bapaknya kalo mau turun. Bapaknya cuma bisa mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca ke aku –malah ngopo—
Habis turun dari bus, aku cuma mikir ‘hmm... berarti tadi waktu bapaknya njejeri aku itu tujuan utamanya buat curhat ya? Emang mukaku kayak kotak curhat ya? Atau aura psikolog-ku udah mulai keluar?? AAAAA”

Yaudah lah, seenggaknya 14 Februariku tahun ini jadi lebih berkesan hihi.

See ya!

Nb. Kalo mau curhat, curhat aja!