Warmest regards

October 26, 2026

Apa Iya Doa Buruk Akan Balik ke Diri Sendiri?

Ilustrasi dibuat menggunakan AI dengan ChatGPT, 2026.

Di usia 31 tahun ini aku baru menemukan sebuah kebenaran, dari hal yang selama ini ternyata salah kupahami.

"Jangan doain yang buruk-buruk, nanti doanya berbalik ke diri sendiri."

Ini bermula dari pagi tadi, kebetulan aku baca ayat di Al-Qur'an, tepatnya di surat Yunus ayat 88 yang intinya adalah, di ayat itu Nabi Musa AS berdoa kepada Allah SWT untuk membinasakan harta benda, serta mengunci hati Fir'aun dan para pemukanya, hingga mereka mendapat azab yang pedih.

Ternyata, Nabi pun mendoakan hal buruk kepada 'musuh'nya.

Aplikasi Al-Qur'an

Tentunya, dari situ aku tidak mau langsung menelan mentah-mentah. Aku coba cari beberapa referensi terkait hukum mendoakan hal buruk, sekaligus mencari referensi terkait doa buruk yang berbalik pada diri sendiri.

Ada beberapa referensi yang aku temukan, di antaranya:

  1. Jangan mendoakan/melisankan hal buruk untuk diri sendiri, anak, atau harta kita
    “Janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian, jangan pula atas anak-anak kalian, dan jangan pula atas harta kalian. Jangan sampai kalian menepati suatu waktu yang di dalamnya Allah dimintai sesuatu lalu Dia mengabulkan doa kalian.” (HR. Muslim no. 3009)
    Tapi yang ditekankan di hadits ini sebetulnya terkait ucapan spontan kita ketika marah/sedih/kalut. Daripada muncul sumpah serapah, lebih baik berdoa yang baik, karena bisa jadi di waktu tersebut Allah SWT mengabulkan doa kita.
     
  2. Doa buruk ternyata adalah privilege untuk mereka yang sedang didzalimi
    "Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." QS An-Nisa ayat 148
    Kalau baca tafsirnya, di sini Allah SWT memberi hak pada orang-orang yang terdzalimi untuk dapat 'mengadukan' kedzaliman yang dialami, hingga berdoa memohon keadilan. Artinya, Nabi Musa AS pada surat Yunus tadi masuk ke golongan ini. Saat itu, Musa AS sedang menghadapi rezim Fir'aun yang dzalimnya sudah tidak diragukan lagi. Di tengah rasa lelahnya, Ia berdoa pada Allah agar menurunkan azab kepada Fir'aun dan antek-anteknya.
     
  3. Jangan membalas keburukan dengan keburukan
    "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia." QS Fusillat ayat 34
    Di sini, Allah SWT menyampaikan bahwa Muslim yang baik tidak boleh kalah dengan amarah, hingga membiarkan kejahatan orang lain menjadi pembenaran untuk berbuat buruk. Bukan serta merta membiarkan keburukan, tetapi lebih kepada cara kita menyikapinya. Serahkan hal-hal yang di luar kendali kita kepada Allah SWT saja, adukan kepadaNya, minta keadilan kepadaNya.

...

Jadi, doa yang buruk akan kembali ke diri sendiri kah?

Nope, tidak ada dalil apapun (baik Qur'an maupun Hadits) yang menyebutkan hal ini, therefore, tidak tepat.

Boleh mendoakan keburukan ke orang lain?

Boleh, jika kita pada posisi didzalimi, dan mohonlah keadilan kepada Allah SWT.
Namun tentunya, kita juga tetap berusaha sabar dan menahan diri dari perbuatan buruk.

That's it for nowww.
Jujur, dari pagi kepikiran ingin share buah pikiran ini, tapi bingung karena di story IG rasanya terbatas, di Threads menakutkan buatku (orangnya sering galak-galak menanggapi opini orang lain), jadi yasudah aku tumpahkan di safest haven-ku ini aja. Xixi.

Feel free to discuss nicely.

No comments:

Post a Comment