Hola mi amigos!
Alhamdulillah kesampaian juga nanjak di tanggal 6-7 Maret lalu. Kali ini, aku dan rekanans dapat kesempatan nanjak Gunung Marapi, Sumatera Barat.
Hola mi amigos!
Alhamdulillah kesampaian juga nanjak di tanggal 6-7 Maret lalu. Kali ini, aku dan rekanans dapat kesempatan nanjak Gunung Marapi, Sumatera Barat.
Hari ini aku mengalami sebuah.... apa ya nyebutnya.... Spiritual Moment, maybe?
Sebuah momen yang bikin aku nangis senangis-nangisnya, rasanya seperti Tuhan menampar mukaku dengan kenceng, dan tamparan itu bikin aku betul-betul sadar.
Apa yang tadi aku sadari?
Sampai saat ini aku masih aktif twitteran, dan kemarin aku baca sebuah tweet yang cukup menohok mata dan batin. Ini dia tweetnya:
Dalam sebuah perbincangan, temanku pernah berkata bahwa berada dalam sebuah hubungan romansa membuat banyak hal jadi lebih ribet. Perasaan romansa yang terlibat secara ngga disadari mengarahkan sikap kita dalam banyak situasi. Misalnya, ketika jam makan malam tiba, perut sudah lapar tapi perasaan yang ada membuat kita menanyakan pasangan kita kapan mau makan. Padahal sebetulnya langsung makan saja pun tidak apa-apa, kan? Tapi yah namanya sayang, kalau bisa makan bareng, bareng atuh~~ Atau contoh lain, ketika kita berencana membeli gadget yang sudah kita incar cukup lama. Perasaan kita kepada pasangan membuat kita menanyakan pendapatnya dahulu. Syukur-syukur setuju, gimana kalau jawabannya, "Ih kok pilih brand itu, nanti hp kita ngga sama dong :(" Lalu rencana beli gadget dikubur dulu sampai entah kapan.