Warmest regards

October 26, 2026

Apa Iya Doa Buruk Akan Balik ke Diri Sendiri?

Ilustrasi dibuat menggunakan AI dengan ChatGPT, 2026.

Di usia 31 tahun ini aku baru menemukan sebuah kebenaran, dari hal yang selama ini ternyata salah kupahami.

"Jangan doain yang buruk-buruk, nanti doanya berbalik ke diri sendiri."

Ini bermula dari pagi tadi, kebetulan aku baca ayat di Al-Qur'an, tepatnya di surat Yunus ayat 88 yang intinya adalah, di ayat itu Nabi Musa AS berdoa kepada Allah SWT untuk membinasakan harta benda, serta mengunci hati Fir'aun dan para pemukanya, hingga mereka mendapat azab yang pedih.

Ternyata, Nabi pun mendoakan hal buruk kepada 'musuh'nya.

March 8, 2026

Berkas Lama yang Membekas

Pagi ini ketika sedang bersih-bersih GDrive, aku menemukan satu file excel rencana pengalokasian gaji pertamaku. Yep, waktu itu September 2017, adalah bulan pertama aku bekerja ‘serius’ setelah wisuda di bulan sebelumnya. Judul file excel itu singkat saja, ‘How.xlsx’, yang menyiratkan bagaimana (bingungnya) aku mulai mencoba menata hidup setelah benar-benar lepas dari pendidikan. Seperti anak penyu yang pertama kali siripnya menyentuh air laut, aku tidak mau terlena dengan uang yang akhirnya aku punya dari hasil kerjaku.

Membuka berkas itu rasanya campur aduk. Awalnya aku kasihan juga membayangkan diriku saat itu, dengan gaji yang mepet UMR Jakarta, tapi aku ingat betul tekadnya begitu besar untuk menjadi perempuan mandiri yang bisa diandalkan. Kemudian aku agak tergelitik juga karena sebenarnya yang terjadi saat itu tidak sesuai dengan perencanaan yang ku buat. Masih jelas di ingatan, saat itu lumayan banyak biaya ‘tak terduga’ yang ternyata membuat nabungku tidak semulus rencana. Lalu aku bersyukur, karena ternyata aku bisa melewati tahap hidupku yang itu, dan sekarang berada di titik ini. Alhamdulillah sudah jauh membaik, lebih stabil, both financially and mentally.

Satu hal lagi yang ku rasakan, aku bangga dengan diriku saat itu. Keadaan saat itu lah yang membuatku menjadi pribadi seperti hari ini. Aku bangga karena saat itu, yang ku tahu hanya berusaha yang terbaik. Aku ingat saat itu pundakku sebetulnya terasa berat, tapi aku tidak mau terlalu memikirkannya. Langkahku memang pendek dan berat, tapi selangkah demi selangkah ku jalani saja sebisaku. Aku bangga dengan diriku di tahun 2017 itu, seorang fresh graduate yang berusaha dengan sumber daya apa adanya, mengandalkan kemampuanku yang biasa-biasa saja, tapi didorong dengan semangat yang terus membara.

March 1, 2026

Mencari Ketenangan di Tengah Kacrutnya Dunia


Dunia Kacrut

Baru kemarin tersiar berita bahwa Amerika Serikat bersama Israel (tentunya, si bestie tuh) melancarkan serangan ke Iran, dan siang ini telah dikonfirmasi bahwa pimpinan tertinggi Iran meninggal dunia. Trump & Netanyahu menjadi duo maut yang terus-menerus menebar masalah di banyak negara, khususnya Timur Tengah. Palestina, Yaman, Syria, Lebanon, dan banyak negara lain menjadi bukti kejahatan perang yang, entah mengapa, tidak ada yang mampu menghentikan.

December 21, 2025

Pilih Dia Cukup Karena 1 Hal

Ternyata sudah 3,5 tahun lalu aku menikah dengan suamiku. Aku selalu berpikir bahwa mencintai orang itu unik, dan ternyata menikahi orang yang kamu cintai itu lebih unik lagi. Sebelum menikah, rasa cinta tumbuh berbanding lurus dengan 'sparks' yang timbul dari berbagai interaksimu dengannya. Tapi setelah menikah, 'sparks' itu tidak selalu ada karena telah terbiasa, dan rasa cinta mendapatkan pupuk lain untuk bertumbuh, yaitu ketenteraman.

July 27, 2025

Stop Romantisasi Tidak Perlu

Source: kratonjogja.id

Barusan aku lihat sebuah IG reels yang isinya kurang lebih seperti ini,

"Stop romantisasi abdi dalem Kraton Jogja yang hidup melaratdalam kesederhanaan! Tidak perlu kagum berlebihan dengan abdi dalem yang berhasil menguliahkan anaknya, itu adalah bare minimum."

Well....

Jujur, ada benarnya.

May 24, 2025

Ternyata, Boleh Kalah dengan Rasa Takut adalah Privilege

Malam tadi, saat aku sedang makan sendirian di ruang makan, Ibu mertua menghampiriku untuk memberikan informasi rencana umroh salah satu saudara. Ibu memang tahu bahwa aku punya keinginan untuk pergi umroh. Kurang lebih inti pembicaraannya seperti ini,

Ibu: Ca, Mba Uum sama anaknya mau umroh bulan Juli, Aca sama Budi bareng aja biar enak ada barengannya, barangkali jadwalnya cocok.

Aca: Iya, Bu, nunggu jadwal pasti Mas Budi dulu

Ibu: Kan enak kalau ada barengannya gitu, ke mana-mana jadi ada temennya

Aca: Gak ada barengannya juga enak-enak aja kok Bu, kan niatnya ibadah

Ibu: Ya jangan lah kalau gak ada barengannya, ntar kan pas di sana (Mekkah) Aca sama Budi misah, kalau ngga ada barengannya serem

Aca: Kan umroh banyak barengannya, Bu, misalnya sendirian juga gak apa-apa (si gak bisa nge-iya-in aja biar cepet, maksudku kan walaupun tidak bersama keluarga, umroh itu pasti rombongan...)

Ibu: Yaudah iya terserah, yang penting ibu udah kasih tahu

Maaf ya, Ibu. Menantu Ibu ini memang lumayan keras kepalanya, keras keinginannya. Di samping itu, menantumu ini ternyata tidak pernah terbiasa kalah dengan rasa takut.

May 15, 2025

Menulis Harus Nunggu Mood?

Mengutip kalimat Raditya Dika di salah satu siniar YouTube,

"Kalau kita menulis dengan mood yang jelek, hasilnya pasti tulisan yang jelek. Tapi harus diingat, satu lembar tulisan jelek masih lebih bagus daripada tidak ada tulisan sama sekali"

March 22, 2025

Pekan SNBP yang Membawa Nostalgia

Perpus UI dan Danau Kenanga

Bagi yang belum tahu, mungkin algoritma media sosialnya sudah tidak membawa konten ini, minggu lalu menjadi minggu yang mendebarkan untuk anak-anak SMA. Minggu lalu adalah masa pengumuman SNBP--dulu namanya 'undangan' atau 'SNMPTN'--yaitu ujian masuk perguruan tinggi menggunakan nilai rapor, tanpa tes. Bagi anak-anak yang lolos di SNBP, mereka sudah dijamin akan mendapatkan kursi di perguruan tinggi sesuai dengan pilihan mereka. Sementara, untuk yang belum lolos harus berjuang kembali melalui ujian tulis bersama, atau ujian mandiri tiap universitas.

August 11, 2024

Rumah Ternyaman di Jalanan yang Sepi


Aku sering tiba-tiba kepikiran sebuah topik untuk ditulis, tapi kemudian berlalu begitu saja terbawa angin, bersama semangat menulisku yang sekarang entah di mana. Menyedihkan kalau dirasa-rasa. Aku pernah menjalani hidup dengan setidaknya satu tulisan setiap bulannya. Bahkan di peak season, bisa lebih dari tiga tulisan setiap bulan. Iya, peak season yang aku maksud adalah pas masih jaman sekolah.

Tapi yah, kalau aku boleh memberi pembelaan, tidak sepenuhnya salahku, kok. Beneran!

February 27, 2024

Hal Paling Mengganggu dari Pilpres Kali Ini

Creator: Osama Hajjaj

Sekitar 2 minggu yang lalu, Pemilu serentak nasional diadakan. Alhamdulillah, setelah Pemilu terakhir statusku masih lajang, Pemilu kali ini aku sudah berdomisili di Jakarta lagi setelah 4,5 tahun tinggal di Pekanbaru. Kemarin pun aku bisa datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) bareng Paksu. Alhamdulillaah. Di tengah beragam "chaos"nya pemilu kali ini, aku masih bahagia.

Seperti pemilu sebelum-sebelumnya, kontes politik selalu saja diwarnai berbagai kemelut, mulai dari berbagai transfer pemain, collab yang gak tertebak, bertebaran hoax, juga munculnya pemain baru. Sejujurnya, di sinilah kemampuan setiap manusia untuk "tabayyun" dan berpikiran jernih sangat penting untuk dipraktikkan setiap waktu.

Media sosial yang jadi medan pertempuran di pemilu kali ini juga cukup berbeda. Ada Tiktok yang jadi "markas"nya para generasi Z yang rata-rata baru akan menjalani pemilu untuk pertama kali. Twitter yang per tahun 2023 sudah "bancakan" (red: ganti nama) jadi X juga ngga kalah ramai. Di sini lebh didominasi oleh generasi Y, walaupun banyak juga generasi X, Z, bahkan baby boomers di sini. Facebook masih eksis juga, meskipun sudah banyak ditinggal oleh penduduk mudanya.

February 8, 2023

Ya Maaf Kalau Saya Miskin

Ramai menjadi perbincangan di Twitter, sebuah video Tiktok dari seorang wanita yang aku taksir usianya sekitar mid 20s. Sebut saja Fulanwati. Di video itu, Fulanwati menanggapi isu mengenai tudingan bahwa beasiswa LPDP itu beasiswa untuk orang kaya, karena orang miskin gak ada uang untuk tes IELTS, les bahasa inggris, dll.

Poin utama yang disampaikannya pada video itu adalah bahwa para miskin people--termasuk aku agaknya-- yaa...memang harus berusaha dong kalau mau beasiswa. Gak punya uang untuk tes IELTS berjuta-juta? Kerja lah, banyak kok awardee LPDP yang bekerja dulu. Jangan nyalahin pemerintah, kenapa ngga nyalahin orang tuamu aja??

https://jwa.org/blog/owning-our-jewish-privilege

Kurang lebih seperti itu kata-kata si Fulanwati. Link videonya ada di akhir artikel ini.

September 26, 2022

Merasa Kurang Juga Perlu, Aca.

Source

Beberapa bulan yang lalu aku melakukan kunjungan ke salah seorang pelanggan prioritas. Kami mendatangi kantornya yang rupanya sebuah ruko 3 lantai yang menyatu dengan bangunan gudang besar. Di sana, aku membaca sebuah kutipan yang dipajang di dinding yang bunyinya,

"It's not the happy people who are thankful.
It's the thankful people who are happy."

Uhuy mengena ke uluh hati.

March 10, 2022

The Color in Me

So tonight I learned that it's really possible for us to have different way to see ourselves from how other people's way. How I see myself is different with how other people sees me.

I was in the middle of choosing color for my laptop case when I asked my boyfriend, what colors that comes in his mind when he thinks about me? I said to him that he can mention more than one color--I wanted to pick the color that suits my persona haha.

He said I am light blue, white, and brown. No particular reason. Those are his 'top-of-mind' of colors that suits me. Then he asked me the same question.

What's interesting is that I myself didn't see me in those colors all this time. When I try to project myself into colors, I'd like to say that I am lylac, light brown, and idk maybe baby pink?

The answers can be varied in every one because we never really show one particular personality to many people. The 'me' that my mom knows is different with the 'me' that my boyfriend familiar with. And I have so many versions for my office mate, school mate, those bank clerk, and the other.

And of course this isn't about being true to yourself or to other people, or to fake yourself, or being 'staged'. Nah. I believe that how a person behave towards other person is built up from many factors. It can be from how they met, what intention they had, how long they've known each other, and the list goes on. The combination of those factors creates potion of what 'color' they see in you.

As I said in my CV, I believe that "there's always good lesson in every human interaction".



p.s. My answer for him are aqua blue (kinda tosca), butter yellow, and broken white.

January 27, 2022

Now The Rug is Lifted

Aku butuh advice sejujurnya..... (or nah?)

Aku butuh listener sejujurnya mungkin ya, lalu lihat nanti apakah aku butuh advice.

Ini dimulai dari how chill I am knowing the fact that aku masuk usia yang semakin matang (hahaha). Nope, lebih tepatnya aku agak 'panik' knowing that I've always been too 'chill' in managing myself. Lalu di sisi lain banyak orang yang sayang aku, yang lebih concern terhadap how my life will be going. Don't get me wrong, ini bukan sindiran at all dan aku bener-bener tersanjung karena banyak yang peduli sama aku.

November 15, 2021

Begadang Karena Taylor Swift

Source: deviantart bobascher

Seingatku, kopi di kafe Zuhs tadi siang ngga strong-strong amat, lebih strong kopi di 105 atau Pungu, tapi here I am, 1:30 AM in the morning and widely awake. Okay, but if there's somebody to blame, let's blame Taylor Swift's latest release 'All Too Well 10-minutes Version'. Yes, she's definitely the craziest queen of all time.... ANYWAYS,

October 5, 2021

This is What Happens when You Don't Live with Your Dad All Your Life, and You Fell in Love

First it makes you happy,

that tingling feeling inside your tummy,

but strange.

It's just strange that,

somehow, a man believed in you.


Then you believe too,

that he was the puzzle piece,

that fits all of it.

But strangely, it's not.

That deep hollow isn't fulfilled.


The thoughts of being cared,

being protected,

are just comforting.

But deep down you know,

that someday somehow, it won't last.


You love him,

you want to spend the rest of your life,

only with him.

But you are okay too in your solitude.

You love him but, you love yourself more.

July 2, 2021

26

Hari ini aku ulang tahun, dan aku rasanya masih nggak siap, untuk menyadari bahwa aku lebih dekat ke usia 30 daripada 20. Udah 26 tahun aja cuy... Wkwk inget dulu SMA dengan clueless-nya mikir pengen nikah umur 23. Little did I know 23 tahun aku ngga ada siap-siapnya.

Mau cerita aja soal apa yang ada di pikiranku akhir-akhir ini. Dulu pas masa sekolah, pas masih tinggal sama mamah, tentu everything seems fine and all, and it's the normal state. To be fine is the normal one. And you know what we do to the normal thing? We take that for granted--always. Tempat tinggal selalu ada, makanan tersedia di meja, uang sekolah selalu beres.

June 1, 2021

Are You Influenced by So-Called Influencers?

Source: Pinterest

Gue udah lumayan lama ngga nulis (di blog ini, ya, karena hampir tiap hari gue nulis di diary lol), dan sekarang gue mau nulis hal yang lagi mengganggu pikiran. Jadi gue bikin disclaimer dulu bahwa tulisan ini bakal ngga ada rapi-rapinya dan alurnya entah gimana tapi yaudah lah ya?

March 9, 2021

Gunung Marapi dengan Ekstra Curah Hujan

Hola mi amigos!

Alhamdulillah kesampaian juga nanjak di tanggal 6-7 Maret lalu. Kali ini, aku dan rekanans dapat kesempatan nanjak Gunung Marapi, Sumatera Barat.

February 23, 2021

God, You Don't Have to Slap Me This Hard

Hari ini aku mengalami sebuah.... apa ya nyebutnya.... Spiritual Moment, maybe?

Sebuah momen yang bikin aku nangis senangis-nangisnya, rasanya seperti Tuhan menampar mukaku dengan kenceng, dan tamparan itu bikin aku betul-betul sadar.

Apa yang tadi aku sadari?